KTH SASAKA PATENGAN · PATENGAN · RANCABALI · KABUPATEN BANDUNG
KTH SASAKA PATENGAN

Leuweung Hejo
Rakyat Ngejo
Sasaka Ngajogo.

Di Patengan, hutan bukan sekadar bentang alam. Ia menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat. Melalui Persetujuan HKm seluas ±276 hektare, KTH Sasaka Patengan menata pengelolaan kawasan agar kelestarian hutan berjalan seiring dengan penguatan usaha dan kehidupan anggota.

PatenganRancabali276 Ha136 KK
Persetujuan
HKm · SK 12400/2024
Luas Kelola
±276 Ha
Anggota
136 KK
KUPS
Wisata & Kopi
TATA KELOLA KAWASAN

276 Hektare, Tiga Arah Pengelolaan.

Ruang kelola Sasaka dibaca sebagai satu bentang yang menyeimbangkan fungsi konservasi, jasa lingkungan, dan agroforestri. Pembagian ini menjadi kerangka kerja untuk menjaga hutan sekaligus memperkuat manfaat bagi masyarakat.

40%
Konservasi

Menjaga yang Tidak Bisa Digantikan.

Education park, pengembangan tanaman endemik, pelestarian flora-fauna, keanekaragaman hayati, dan arah pusat penelitian.

30%
Jasa Lingkungan

Manfaat Alam yang Dikelola Bertanggung Jawab.

Kawasan tematik, camping ground, rest area, kuliner, dan rencana fasilitas lain ditempatkan sebagai bagian pengembangan jasa lingkungan.

30%
Agroforestri

Hutan dan Penghidupan Tumbuh Bersama.

Pembibitan, kopi, buah, sayur, TOGA, silvaforestri, pemberdayaan petani, serta peningkatan kapasitas produk dan SDM.

Ilustrasi aktivitas petani kopi
01 / TENTANG SASAKA

Hutan yang Menjaga Kehidupan.

Bagi masyarakat Patengan, hutan, kebun, dan kehidupan sehari-hari sudah lama saling terhubung. Kopi, terong, dan berbagai komoditas tumbuh melalui pola agroforestri yang dikerjakan turun-temurun.

Ketika ruang kelola menjadi lebih jelas, Sasaka melangkah lebih jauh: hasil kopi tidak hanya dipanen, tetapi mulai diolah hingga bernilai tambah; sementara potensi alam dikembangkan melalui bumi perkemahan, amenitas, dan wisata edukasi yang tetap menghormati fungsi hutan.

136 KKAnggota
276 HaPersetujuan HKm
2 KUPSUsaha Sosial
2019Tahun KUPS
02 / LEGALITAS & WILAYAH

Ruang Kelola yang Jelas, Tanggung Jawab yang Lebih Besar.

Tanggal 18 Oktober 2024 menjadi salah satu tonggak penting bagi Sasaka Patengan. Melalui SK.12400/MENLHK/10/2024, kelompok memperoleh Persetujuan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan seluas ±276 hektare.

Perjalanan itu melanjutkan pola kemitraan kehutanan yang telah dibangun sebelumnya. Dari keseluruhan ruang HKm tersebut, sekitar ±27 hektare berada pada Hutan Produksi Terbatas dalam Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).

Nomor SK
SK.12400/MENLHK/10/2024
Tanggal
18 Oktober 2024
Luas HKm
±276 Hektare
Bagian dalam KHDPK
±27 Hektare · Hutan Produksi Terbatas
Ilustrasi kawasan hutan
03 / KELOMPOK USAHA

Kopi dan Wisata, Dua Usaha yang Tumbuh dari Patengan.

Sejak 2019, dua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial menjadi penggerak kegiatan ekonomi anggota: KUPS Kopi dan KUPS Wisata. Keduanya berkembang dari potensi yang memang dekat dengan kehidupan masyarakat Patengan.

KUPS Kopi · Silver

Kopi dari Hulu ke Hilir

KUPS Kopi menghasilkan sekitar 25 ton biji kopi per tahun. Nilai tambah dibangun sedikit demi sedikit, dari hasil kebun menuju proses sangrai, penepungan, hingga pengemasan.

±25 ton biji kopi/tahun
KUPS Wisata · Silver

Jasa Lingkungan

Bumi perkemahan lahir dari inisiatif anggota muda. Dengan swadaya, mereka membuka akses, menata parkir, membangun toilet dan ruang ganti, lalu memperkenalkannya melalui media sosial.

Bumi perkemahan & edukasi
Produk Olahan

TALAGA COFFE

TALAGA COFFE menghadirkan kopi Arabika hasil kebun anggota dalam bentuk siap seduh. Produk ini dikemas 250 gram dan dipasarkan dengan harga Rp75.000 per kemasan.

Arabika · 250 gram
04 / PENGUATAN KELOMPOK

Tumbuh Lewat Pengetahuan dan Dukungan.

Penguatan kelompok tidak terjadi dalam satu malam. Peralatan, pelatihan, dan bibit unggul menjadi bagian dari proses panjang untuk memperbaiki keterampilan anggota dan meningkatkan mutu usaha.

2021

Alat Proses Kopi

Pada 2021, BPSKL memberikan dukungan alat proses kopi senilai Rp50.000.000 untuk membantu kelompok memperkuat pengolahan hasil.

2022

Pelatihan Pengolahan Kopi

Pada 2022, anggota mengikuti pelatihan pengolahan kopi yang difasilitasi Disnaker Kabupaten Bandung.

2024

Bibit Unggul Kopi

Pada 2024, CDK 5 Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan bibit unggul kopi untuk memperkuat budidaya anggota.

NATIONAL
GRADE
KELEMBAGAAN
PLATINUM

Capaian Kelembagaan Tingkat Nasional

KTH Sasaka Patengan telah mencapai grading kelembagaan Platinum tingkat nasional. Bagi kelompok, capaian ini menjadi pengingat bahwa tata kelola, kekompakan anggota, dan konsistensi kerja harus terus dijaga.

KOLABORASI

Menjaga Hutan.
Menguatkan Masyarakat.

Sasaka Patengan terbuka untuk berjalan bersama pihak-pihak yang memiliki semangat serupa: menjaga hutan, memperkuat usaha masyarakat, mengembangkan jasa lingkungan, dan menghadirkan manfaat yang bertahan dalam jangka panjang.