Alat Proses Kopi dari BPSKL
Pada 2021, BPSKL memberikan alat proses kopi senilai Rp50.000.000. Dukungan ini membantu kelompok bergerak dari sekadar menjual hasil panen menuju pengolahan yang memberi nilai tambah.
Perjalanan Sasaka Patengan dibentuk oleh banyak langkah kecil: belajar mengolah kopi, memperkuat budidaya, membangun usaha, hingga memperoleh kepastian pengelolaan hutan.
Beberapa kegiatan berikut menjadi penanda bagaimana kapasitas kelompok berkembang dari tahun ke tahun.
Pada 2021, BPSKL memberikan alat proses kopi senilai Rp50.000.000. Dukungan ini membantu kelompok bergerak dari sekadar menjual hasil panen menuju pengolahan yang memberi nilai tambah.
Pada 2022, anggota mengikuti pelatihan pengolahan kopi dari Disnaker Kabupaten Bandung untuk memperkuat keterampilan pascapanen dan pengolahan hasil.
Pada 2024, dukungan bibit unggul kopi dari CDK 5 Provinsi Jawa Barat memperkuat upaya kelompok menjaga kualitas budidaya.
Pada 18 Oktober 2024, SK.12400/MENLHK/10/2024 terbit dan memberikan Persetujuan Pengelolaan HKm seluas ±276 hektare kepada KTH Sasaka Patengan.
Anggota muda Sasaka membangun bumi perkemahan secara swadaya, mulai dari membuka akses, menata parkir, menyediakan toilet dan ruang ganti, hingga mengenalkannya melalui media sosial.
Kopi hasil kebun anggota kini tidak berhenti sebagai biji mentah. Setelah diproses, disangrai, digiling, dan dikemas, produk dipasarkan sebagai kopi bubuk siap seduh.
Setiap kegiatan membawa pelajaran. Dengan dokumentasi yang rapi, pengalaman di lapangan dapat dibaca kembali, dibagikan kepada anggota, dan menjadi pijakan untuk merencanakan langkah berikutnya.